Ads 468x60px

Social Icons

Saturday, April 14, 2012

Pendaftaran calon Presiden Mesir ditutup

9 april 2012 - 07:39 WIB

Batas pendaftaran kandidat calon presiden Mesir telah berakhir, menjelang pemilihan umum pertama negara itu pasca revolusi.
23 orang telah mendaftarkan diri, termasuk diantaranya adalah mantan kepala intelejen Omar Suleiman dan mantan Perdana Menteri Ahmed Shafiq.

Pemilu ini merupakan yang pertama sejak penggulingan Hosni Mubarak yang mundur ditengah-tengah aksi demonstrasi dan tengah menunggu vonis dalam persidangan dengan kasus dugaan pelanggaran HAM saat mengatasi aksi demo.
Daftar kandidat sementara akan diumumkan Senin (09/04/12), tetapi koresponden BBC menyebut pemilihan ini akan didominasi oleh Islamis dan pejabat yang pernah ikut dalam pemerintahan.
Omar Suleiman, yang sebelumnya telah mengindikasikan akan ikut dalam pemilihan 23 Mei mendatang, secara resmi mengajukan pendaftaran ke komisi pemilihan hanya beberapa menit sebelum penutupan, dengan diarak oleh para pendukungnya.

Perputaran dan perubahan

Pendaftaran Omar ini mengundang spekulasi bahwa dia akan mendapat dukungan dari para jenderal yang tengah berkuasa saat ini, dan kecaman dari nomine Ikhwanul Muslimin, Khairat al-Shatir.
"Saya menganggap pendaftaran dirinya sebagai sebuah penghinaan atas revolusi dan warga Mesir,'' kata Shatir, yang pernah dipenjara saat pemerintahan Mubarak.
"Omar Suleiman membuat kesalahan besar. Dia hanya akan menang melalui pemalsuan dan, jika ini terjadi, revolusi akan kembali terjadi.''
Pendaftaran menjelang batas akhir ini juga dipenuhi dengan drama perputaran dan perubahan dikubu Ikhwanul Muslimin.
Sebelumnya Ikhwanul Muslimin, hanya mendaftar Shatir, tetapi kemudian mereka mendaftarkan calon kedua, Mohamed Mursi, yang merupakan ketua Partai Keadilan dan Pembebasan Ikhwanul.
Kebijakan ini keluar setelah timbul pertanyaan mengenai Shatir yang mungkin tidak akan mampu bertarung karena baru-baru ini baru mendapat pembebasan dari sebuah tuntutan.
Shatir merupakan salah satu dari sejumlah orang yang pencalonannya dipertanyakan, termasuk kandidat liberal, Ayman Nour dan seorang ulama Islam, Hazem Abu Ismail, yang terkenal sebagai tokoh anti-Amerika.
Abu Ismail kemungkinan akan didiskualifikasi setelah sejumlah laporan menyebut ibunya memegang paspor AS, hal ini melanggar undang-undang pemilihan umum.
Sebelumnya pada hari Minggu kemarin, Shatir juga mengumumkan bahwa Ikhwanul Muslimin tidak akan mendukung bantuan dana sebesar US$3,2 miliar dari IMF yang diminta oleh pemerintahan, kecuali persyaratan dalam kesepakatan bantuan itu diubah.
IMF menginginkan konsensus diantara partai politik utama Mesir sebelum memberikan bantuan.

sumber :   http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/04/120408_egyptpoll.shtml

semoga mesir mendapat pemimpin yang muslim, berpedoman pada qur'an dan hadits, adil, pintarnya diatas rata-rata, berani, tidak pelit. aamiin.

0 comments:

Post a Comment